Catatan Harian

Catatan Harian: Wawancara dengan Pakar Bambu

Bagikanlah:


Senin, 10 Maret 2008
Pukul sembilan saya punya janjian untuk mewawancarai pak Morisco, pakar konstruksi bambu,dari UGM. Pukul tujuh, saya sudah siap-siap, tapi baru ingat kalau STNK sepeda motor masih diurus mas Ari untuk perpanjangan. Saya telepon gereja, tapi tidak diangkat. Mungkin sedang doa pagi.
Pukul delapan kurang sedikit, saya telepon gereja, tapi mas Ari sudah pergi. Katanya, hari ini baru akan diurus.
Saya jadi bingung. Apakah harus naik bis atau nekat pergi tanpa membawa STNK? Kalau naik bis umum, saya perhitungkan waktunya tidak cukup. Maka saya ambil keputusan untuk nekat pergi tanpa membawa STNK. Kalau nanti dihadang razia, ya pasrah saja.
Untunglah, sampai ke Jogja, tidak ada razia surat-surat kendaraan. Sesampai di kampus Fakultas Teknik, saya sempat tanya sana-sini, sebelum menemukan Lab Struktur, Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan. Saya punya janjian mewawancarai bapak Morisco.
Dalam wawancara itu, pak Morisco cerita bahwa ketertarikannya pada bambu sebenarnya tidak sengaja. Waktu itu dia mendapat bantuan alat laboratorium untuk menguji kekuatan baja. Salah satu syarat untuk menerima bantuan itu adalah melakukan pengujian menggunakan alat yang baru datang. Akan tetapi, dia tidak punya cukup dana untuk mengadakan baja sebagai bahan untuk pengujian. Maka dia memutuskan untuk mengganti baja dengan bambu. Akan tetapi penemuannya justru mengejutkan. Ternyata kekuatan bambu melebihi kekuatan baja.
Dari situlah, dia kemudian menciptakan konstruksi jembatan menggunakan bahan dari bambu. Setelah di uji, jembatan dari bambu ini mampu menahan empat mobil sekaligus, atau sekitar empat ton. Dari sini, dia kemudian mengembangkan kontsruksi rumah tahan gempa, menggunakan bahan dari bambu. Yang menarik lagi, dia juga mengembangkan papan laminasi dari bambu. Ternyata bambu dapat dibuat seperti papan-papan kayu sehingga dapat dibuat berbagai mebel.
Malamnya, saya bersama isteri dan anak membeli susu di Matahari. Pulangnya, kami mampir di alun-alun untuk membeli wedhang ronde dan jagung bakar.

Baca Tulisan lainnya di blog Purnawan Kristanto [http://purnawan-kristanto.blogspot.com
]
Bagikanlah: