Renungan

Jagalah Hati

Bagikanlah:

Restoran siap saji di Thailand membuat blunder di Facebook. Saat gempa di sekitar Aceh pada tanggal 12 April 2012, yang memicu peringatan tsunami, restoran ini mengirim pesan agar masyarakat bergegas ke rumah untuk memantau berita dan memesan satu kotak menu ayam goreng.

Ketika warga Negeri Gajah Putih itu diminta menjauhi kawasan pantai, restoran ini menulis pesan di Facebook resmi mereka: “Ayo lekas pulang dan mengikuti berita soal gempa. Dan jangan lupa memesan menu favorit Anda.”

Akibat pesan itu, restoran berlogo seorang kolonel ini diterjang ‘tsunami’ kecaman. Masyarakat menuding restoran ini tidak peka dan egois.

 Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang. (Matius 15:11)

Yesus mengecam perilaku orang Farisi dan ahli Taurat yang munafik. Mereka sangat teguh menjalankan perintah agama dan mematuhi hukum Taurat. Akan tetapi hati mereka sebanarnya jauh dari Tuhan. Mereka dengan patuh menolak makanan yang dianggap najis, tapi hati mereka sebenarnya telah menajiskan dirinya sendiri.

Inilah yang dikecam oleh Tuhan Yesus. Hati mereka dipenuhi dengan kedengkian, sehingga perkataan yang keluar dari mulut mereka bagaikan pisau tajam  yang menyayat hati orang lain.

Kita pun bisa terpeleset seperti yang dialami oleh restoran siap saji itu. Karena itu hendaknya kita selalu memelihara hati kita tetap murni, sehingga kata-kata yang meluap dari hati kita adalah kata-kata yang menghibur, membangun dan memberi pengharapan pada orang lain [purnawan].

 

SMS from God: Jagalah hatimu supaya tidak menjadi najis. Berilah telinga kepada bisikan Roh Kudus.

Bagikanlah: