Catatan Pribadi

Deddy Sutomo dan Pluralisme

Bagikanlah:

Aktor senior, Deddy Sutomo, dipanggil Tuhan. Semasa kejayaan TVRI, Deddy Sutomo memerankan pak Sukri dalam sinetron Rumah Masa Depan. Sinetron ini mengadopsi gaya tutur serial “Little House on the Prairie” yang mengisahkan kehidupan pedesaan.
Deddy Sutomo lahir di Solo namun sejak kecil diasuh oleh buliknya (tante) yang bernama Hery Sunaryo, di Sidowayah Klaten.
Buliknya ini beragama Katolik, namun Deddy beragama muslim. Namun perbedaan agama itu tidak menjadi penghalang dalam pergaulan.
Menurut penuturan Bambang Val, teman bermain Deddy saat masih kecil, Deddy sering bermain di gereja katolik Maria Assumpta di dekat rumahnya. Deddy bahkan ikut aktif bermain drama Natal dan Paskah di gereja. Dia bahkan sempat 2 kali menyutradarai drama saat Natal/Paskah bersama umat kristiani dan ABRI di Klaten, yang dipentaskan di gedung Saudara (sekarang menjadi pasar Ngepos, depan rumahku). Judul dramanya yang pernah diikutinya di antaranya adalah: “Dian yang Menyala”, “Prabu Salya”, “Jalan ke Emmaus”, dan “Kereta Kencana”
Pada tahun 1960-an, Dedy dan GM Sudarta membentuk Studi Klub Teater Klaten.
Setelah itu, Deddy Sutomo hijrah ke Jakarta. Dia bergabung dengan Sanggar Prathivi yang dipimpin oleh romo Daniel, SY, atas rekomendasi romo G. Utomo, Pr.
Perjalanan hidup Deddy Sutomo adalah bukti berkah dari pluralisme yang ada dalam masyarakat Klaten.

Bagikanlah: