Opini

Hati-hati Jebakan Framing

Bagikanlah:

Di dunia maya beredar foto Jokowi diajak swa-foto oleh warga sedangkan Anies tidak. Lalu warganet menyoraki Anies yang [kelihatannya] dicueki.
Benarkah?
Kita tidak bisa serta-merta menyimpulkan hanya dari sepotong foto karena kita tidak tahu konteks saat foto itu diambil. Memang satu gambar mewakili seribu kata-kata, namun dalam selembar foto juga ada istilah framing, yaitu teknik memilih sepotong adegan dengan membuang bagian-bagian lainnya. Tujuannya untuk menonjolkan kesan tertentu.
Kita juga tidak tahu adegan sebelum dan sesudah foto itu diambil. Bisa jadi mereka berswafoto dengan Anies saat sebelum atau setelahnya. Lalu jika ada orang kebetulan memotret itu, dia bisa saja memframing bahwa Anies lebih laku daripada Jokowi. Jadi jangan tergopoh-gopoh menyimpul hanya dari foto.

Lagipula memang sudah sewajarnya kan kalau warga memilih berfoto bersama presiden daripada dengan gubernur. Itu kesempatan yang langka.

Jadi kalau fans Jokowi bermaksud mengolok-olok Anies dengan foto itu, mereka sebenarnya justru telah mengangkat level Anies dari seorang gubernur menjadi orang yang setara dengan presiden.
Mikir son!

 

Bagikanlah: