• Konsumen

    GULA: MANIS RASANYA, PAHIT DAMPAKNYA

          Gula disukai banyak orang karena rasa manisnya.  Tetapi akibat pahitnya bisa muncul, yaitu berupa ketidak‑seimban­gan diet dan kekurangan gizi. Sebab, satu‑satunya kelebi­han gula hanyalah sebagai penyedia energi. Karena itu, bila kita menelan gula secara berlebihan, akan cepat merasa kenyang dan merasa enggan menyantap makanan lain­nya yang dibutuhkan tubuh. Padahal gula tidak mengan­dung zat gizi, vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Pada dasarnya gula adalah sejenis kar­bohidrat yang paling sederhana. Sedan­gkan sudah kita ketahui bahwa tubuh memerlukan karbohidrat dalam senyawa yang kompleks. Senyawa ini memberikan berbagai zat yang diperlukan tubuh untuk bermetabolisme. Sebagai senyawa karbo­hidrat yang sederhana, gula hanya menyumbangkan energi berupa kalori ba­gi tubuh. Lainnya itu tidak…

  • Renungan

    Jagalah Hati

    Restoran siap saji di Thailand membuat blunder di Facebook. Saat gempa di sekitar Aceh pada tanggal 12 April 2012, yang memicu peringatan tsunami, restoran ini mengirim pesan agar masyarakat bergegas ke rumah untuk memantau berita dan memesan satu kotak menu ayam goreng. Ketika warga Negeri Gajah Putih itu diminta menjauhi kawasan pantai, restoran ini menulis pesan di Facebook resmi mereka: “Ayo lekas pulang dan mengikuti berita soal gempa. Dan jangan lupa memesan menu favorit Anda.” Akibat pesan itu, restoran berlogo seorang kolonel ini diterjang ‘tsunami’ kecaman. Masyarakat menuding restoran ini tidak peka dan egois.  Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari…

  • Renungan

    Rahasia

    Robert Louis Stevenson menulis, “Kebohongan yang paling kejam itu adalah kebohongan yang dikatakan dengan diam-diam.” Pada zaman dengan teknologi komunikasi yang canggih ini mudah sekali membuat rumor atau informasi bohong. Saya sering menemukan informasi palsu yang beredar luas secara diam-dial melalui SMS, email atau broadcast di blackberry message. Kadang informasi itu merugikan pihak tertentu, namun yang bersangkutan tidak dapat membantah atau memberikan penjelasan yang benar karena semuanya bersifat diam-diam. “Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.” (Markus 4:22) Berbicara secara langsung adalah kebiasaan baik yang perlu dipupuk dalam pernikahan. Jika kita masih membicarakan orang lain secara diam-diam,…

  • Renungan

    CLBK

    Pernah dengar CLBK? Itu singkatan dari “Cinta Lama Bersemi Kembali.” Fenomena ini marak akhir-akhir ini seiring dengan semakin banyaknya pengguna media sosial lewat internet. Dengan fasilitas teknologi informasi, si pengguna dapat menemukan kembali teman-temannya yang sudah puluhan tahun berpisah. Termasuk di antaranya berhubungan kembali dengan orang yang pernah menjadi teman istimewa di masa lalu. Maka cinta lama yang sudah pupus itu bersemi kembali. Akibatnya, hal ini mengguncang kehidupan pernikahan karena pasangannya menjadi cemburu. Kecemburuan dalam pernikahan ternyata setua dengan umur peradaban manusia. Pada zaman Musa bahkan ada peraturan yang harus dilakukan jika seorang suami merasa cemburu pada isterinya. Bagaimana caranya supaya tidak muncul fenomena CLBK? Kita harus selalu mendoakan kehidupan…

  • Renungan

    Persembahan dalam Pernikahan

    “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik.” (Mikha 6:8) Dalam bacaan ini, Allah merasa muak dengan semua bentuk pengorbanan yang diberikan oleh bangsa Israel. Mereka melakukannya bukan sebagai bentuk cinta kepada Allah, melainkan sebagai semacam penyuapan agar Allah tidak memurkai mereka. Nabi Mikha mengatakan bahwa Allah tidak berkenan dengan “ribuan domba jantan” dan “puluhan ribu curahan minyak.” Daripada menerima persembahan berupa benda-benda tersebut, Allah lebih berkenan menerima persembahan berupa perbuatan yang adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati. Demikian juga dalam pernikahan kita dipanggil untuk mengasihi dan memberi hormat (Ef 5:33). Kita juga perlu berperilaku yang menunjukkan adanya belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran (Kol 3:12).…

  • Renungan

    Identitas

    Di galangan kapal, seorang kapten naik ke kapal yang baru saja dibuat. Sayup-sayup dia mendengar suara-suara: “Aku adalah baling-baling”, “Aku adalah lunas”, “Aku adalah papan kayu”, “Aku adalah lampu.” Masing-masing bangga dengan identitasnya. Ketika kapal itu mulai melaut, badai besar menghantamnya. Masing-masing bagian kapal berusaha menyelamatkan diri dari badai ganas itu. Lalu sang kapten segera mengambil kendali. Dia memerintahkan semua bagian kapal untuk bekerja sama. Di tengah deru angin topan, sayup-sayup sang kapten mendengar kembali suara-suara dari bagian kapal. Kali ini suara mereka seragam, “Aku adalah kapal!” Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem;…

  • Renungan

    Kacamata Hitam

    Dalam sebuah acara persekutuan, saya meminta setiap orang untuk menuliskan kekurangan dirinya. Ada banyak hasil yang didapatkan dalam sekejap. Namun ketika mereka diminta untuk menuliskan kelebihan yang dimiliki, ternyata hasil yang didapat lebih sedikit.  Demikianlah, manusia cenderung mudah menemukan sisi buruk daripada sisi baik. Yesus mengajarkan, jika kita memandang orang lain dengan kacamata hakim, maka kita akan melihat orang lain sebagai tersangka, bukan sebagai teman. Akan tetapi ketika kita mulai menaruh hormat dan memandang orang lain sebagai citra Allah, maka kita memasuki hubungan antar manusia yang hangat. Dampak kacamata ini sangat kuat di dalam pernikahan. Dua orang yang hidup bersama dalam waktu yang lama akan mulai saling mengenal. Termasuk mengetahui…

  • Renungan

    Tertuduh oleh Masa Lalu

    Ada suami-isteri yang sudah menikah selama 40 tahun lebih. Mereka mendatangi seorang hamba Tuhan untuk konseling. Mereka mengaku dihantui oleh dosa seksual yang mereka lakukan sebelum menikah. Saat itu mereka belum menjadi Kristen. Setelah menikah, mereka hidup dalam kekudusan, namun dosa masa lalu itu selalu membuat mereka merasa tertuduh, Hamba Tuhan itu berpikir sejenak, lalu menanyakan lagu favorit masing-masing. Dengan serempak pasutri ini menyebutkan judul lagu yang sama, yaitu “Kendati Hidupku Tent’ram (It Is Well With My Soul). Hamba Tuhan menyuruh pasutri ini menyanyikan lagu itu bersama-sama sebelum tidur. Seminggu kemudian, pasutri mendatangi hamba Tuhan ini lagi. “Kami melakukan saran Anda. Sebelum tidur, kami bersama menyanyi, “kata sang suami dengan…

  • Renungan

    Kekasih yang Lain

    Nabi Yeremia sering disebut sebagai “nabi yang menangis” karena sering mengungkapkan kesedihannya melihat kehancuran moral kaum Yehuda. Dia menggambarkan kebejatan Yehuda itu seperti orang yang sedang berselingkuh. Perselingkuhan Yehuda ini dalam rupa-rupa penyembahan berhala, perilaku tak bermoral dan ketidakadilan. Bangsa Israel menaati peraturan agama, namun mereka tidak memberi tempat bagi Tuhan di hati mereka. Allah memandang bahwa keputusan umat untuk mengandalkan diri sendiri dan tidak lagi bergantung pada Allah adalah setara dengan  perzinahan. Hal ini karena umat Israel tidak setia lagi kepada Allah. Kita pasti tidak pernah membayangkan akan memiliki hubungan perselingkuhan di dalam pernikahan. Kebanyakan perselingkuhan tidak terjadi secara tiba-tiba, namun dimulai dengan ketidaksetiaan yang kecil. Mula-mula dianggap remeh…

  • Renungan

    Manis atau Masam?

    Dalam bacaan ini, Allah menggambarkan diri-Nya sebagai pemilik kebun anggur dan Israel sebagai kebun anggirnya. Dia telah menetapkan lahan untuk menanam anggur, mengolah tanah dan melindungi kebun itu. Tetapi yang buah yang dihasilkan ternyata tidak sesuai dengan harapan. Tentu saja pemilik kebun anggurnya menjadi kecewa. Israel telah gagal memenuhi harapan Allah. Meskipun mereka masih melakukan ritual-ritual ibadah bagi Allah itu tidak ada artinya. Israel telah mengabaikan hal-hal yang dipandang lebih luhur seperti memelihara orang miskin, yatim piatu dan para janda.  Mereka menghasilkan panenan yang mengecewakan. “Apa lagi yang harus Kulakukan terhadap kebun anggur itu? Aku mengharapkan kebun itu menghasilkan buah anggur yang manis, tetapi mengapa hasilnya buah anggur yang masam?”…